Cara Menangani Perilaku Agresif Pada Anak

Perilaku Agresif Pada Anak ada banyak faktor dan Anda perlu mengetahuinya. Perilaku aktif adalah hal yan diinginkan namun tidak dengan agresif. Perilaku agresif ini sering sekali mengikuti perkembangan anak terutama saat anak berusia 3 hingga 7 tahun. Anak anak pada usia itu sering kali menimbulkan masalah, membuat onar, sering berteriak dan lainnya. Memang sebuah hal yang wajar karena anak diusia itu masih belum mengerti mengenai hal semacam ini. Namun bukan berarti perilaku agresif ini boleh dibiarkan saja. Karena bila dibiarkan saja bisa jadi malah akan menjadi kebasaan dan tidak akan hilang hingga dewasa.

Perilaku Agresif Pada Anak adalah salah satu aspek yang disoroti dalam kesehatan mental anak dan bukan merupakan hal yang harus dibiarkan hingga dewasa karena hal ini akan menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi sifat. Padahal anak berperilaku agresif sebenarnya adalah bentuk atau cara untuk meminta perhatian orang orang sekitarnya agar dia di perhatikan. Oleh karena itu penanganan perilaku agresif ini harus dilakukan dengan dukungan semua pihak. Baik dari keluarga maupun lingkungan masarakat, sekolah, dan juga lingkungan bermain. Karena bila ada celah baginya untuk berperilaku agresif maka disanalah dia akan terus berperilaku agresif.

Perilaku agresif bisa saja terjad ikaren akurangnya kedekatan anak dengan oranguta. Sehingga hal ini menggangu kesehatan mental anak. Untuk mengembalikan kesehatan mental pada anak, Anda sebagai orangtua bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk menangani Perilaku Agresif Pada Anak.

  1. Perhatikan Aktivitas dan Kondisi Anak

Mulailah memperhatikan aktivitas anak Anda seperti apa saja yang telah ia lakukan, apa kesukaan dan kebiasaannya. Selain itu perhatikan juga kondisi hatinya seperti apakah dia berseamngat atau sedang lesu. Dengan demikian Anda bisa mengetahui dan membicarakan hal hal yang disukai anak Anda. Mulai memperhatikan aktivitas dan kondisi adalah salah satu cara untuk mengenali anak. Sehinga anak akan merasa bahwa orangtuanya peduli. Namun jangan sampai memberikan kesan bahwa Anda menekangnay dengan terlalu mengatus aktivitasnya.

  1. Mulai Perhatikan Cara Berkomunikasi

Perhatikanlah cara Anda berkomunikasi padanya. Apakah Anda sering memberikan pujian saat anak melakukan hal dengan baik? Atau Anda hanya memarahinya saat anak melakukan kesalahan. Hal seperti ini perlu Anda perhatikan. Mulailah berkomunikasi secara baik dan memberikan respon atas apa yang telah dilakukan, seperti dengan memberikan pujian atau peringatan ringan dalam halĀ  sekecil apapun. Ini menunjukkan bahwa Anda peduli. Lalu selalu tanyaan pula mengenai hal atau aktivitas yang akan dilakukan atau akan diputuskan. Hal ini dilakukan agar anak merasakan keberadaannya di dalam anggota keluarga.

  1. Terapkanlah Aturan yang Adil dan Tegas

Mulailah menerapkan aturan yang adil agar anak tidak merasa tersingkirkan. Selain itu, ketegasan dalam menerakan aturan akan membuat anak menaatinya. Bila anak melihat celah ketidak tegasan, ini akan berlanjut hingga terus menerus.

Read Another Post :
Updated: August 17, 2017 — 4:01 am
Wp Adsense Blog © 2017 Frontier Theme