Gangguan Kecemasan Pada Psikologi Anak

Kecemasan merupakan sesuatu yang hampir menimpa setiap orang dalam kehidupan mereka dan pada waktu-waktu tertentu. Karena kecemasan ini juga merupakan reaksi normal dari situasi yang biasanya sangat menekan kehidupan dari orang tersebut dan berlangsung tidak lama.
Kecemasan juga dapat muncul sendiri atau bergabung bersama dengan gejala lainnya yang berasal dari berbagai gangguan emosi pada orang tersebut. Baik dari lingkungan sampai penyebab fisik yang dapat menimbulkan kecemasan tersebut.

Gangguan Kecemasan Pada Psikologi Anak

Anak Cemas

Gangguan Kecemasan Pada Anak

Perasaan marah biasanya lebih mudah timbul, apalagi saat sakit kepala dengan adanya getaran pada anggota tubuh dan aktivitas berlebihan dari sistem otonomik. Hal ini dapat menandai keadaan pikiran yang mulai diliputi kecemasan.
Semua orang juga pernah mengalami gangguan kecemasan dalam kehidupan meraka dan dengan kecemasan tersebut dapat membantu kita mengenali atau menghindari bahaya. Karena dari masalah ini kita dapat mendorong kinerja untuk menyelesaikan tugas penting.
Meskipun gangguan kecemasan hanya terlhat seperti emosi kompleks, tapi pada anak-anak yang didiagnosis mengalami kondisi kecemasan juga semakin bertambah dan menurut Asosiasi Kecemasan dan Depresi atau ADAA 1 dari 8 anak menderita gangguan kecemasan.
Gangguan kecemasan pada anak ini juga sulit untuk dideteksi oleh orang tua, karena orang tua juga tidak mengetahui gejalanya. Ada sekitar 80% dari anak-anak yang mengalami gangguan kecemasan tidak menerima pengobatan dan berujung pada anak yang memilliki risiko tidak merasakan kebahagiaan.
Tapi dalam masalah ini juga ada banyak cara untuk mengatasi dan menghindarkan anak dari gangguan kecemasan tersebut.

Gejala Gangguan Kecemasan

Untuk anak yang menunjukkan gejala dari gangguan kecemasan, ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua. Baik berkonsultasi dengan orang yang profesional atau cara lainnya untuk menjaga kesehatan mental anak yang baik. Tapi kita juga harus mengetahui gejalanya terlebih dahulu.
Untuk anak yang menglami gangguan kecemasan akan lebih sering bertanya banyak hal tentang masa depan, karena anak dengan gangguan kecemasan biasanya lebih banyak khawatir dengan apa yang akan terjadi atau dengan sesuatu yang baru. Anak-anak juga ingin mendapatkan kepastian dari orang tua dan berharap semuanya akan baik-baik saja.
Anak dengan gangguan kecemasan ini juga mudah tersinggung, tantrum tingkat tinggi dan lebih agresif. Anak-anak yang lebih sering marah biasanya dikarenakan mereka sedanng berusaha memproses emosi kompleks yang datang dari akibat adanya gangguan kecemasan.
Pada anak yang memiliki gangguan kecemasan juga biasanya terlihat kesulitan untuk berkompromi dengan situasi atau keadaan yang sulit. Anak dengan gangguan kecemasan juga lebih sering mengeluh sakit kepala atau sakit perut, lebih sering memiliki untuk duduk di berbagai aktivitas yang menyenangkan dan kesulitan dalam fokus.

Cara Mengurangi Gangguan Kecemasan Pada Anak

Kesehatan mental pada anak sangat berperan dalam menentukan masa depan mereka dan biasanya yang membuat mental anak menjadi terganggu menyangkur dengan gangguan kecemasan.
Anak mengalami gangguan kecemasan pada saat tertentu memang dianggap masih normal, tapi akan dianggap lebih serius saat gangguan kecemasan tersebut muncul terus menerus dan tanpa sebab yang pasti.
Oleh karena itu ada banyak cara untuk mengurangi atau mengatasi gangguan kecemasan tersebut. Mulai minta anak dengan menulis di kertas kemudian membuangnya, menulis jurnal tentang kekhawatiran anak, membuat jadwal khusus sampai menulis surat untuk diri mereka sendiri.
Orang tua juga dapat membantu anak untuk mengurangi gangguan kecemasan dengan membuat boneka dan mengetahui pangkal kecemesan dari anak tersebut.

Read Another Post :
Wp Adsense Blog © 2017 Frontier Theme